Minggu, 19 November 2017

Pembebasan Sandera di Papua Senyap dan Teliti

Panglima TNI menganugerahkan KPLB (Kenaikan Pangat Luar Biasa) kepada Prajurit yg telah berhasil menjalankan misi pembebasan sandera di Papua.(puspen TNI)

Hasil kerja sama yang baik antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing telah berhasil menyelamatkan ratusan orang yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Keberhasilan itu merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan secara senyap dan teliti. Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai memberikan Orasi Ilmiah kepada 3.000 Civitas Akademika dan mahasiswa Unisba serta masyarakat umum, pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung dalam rangka memperingati Milad ke-59 Universitas Islam Bandung (Unisba) tahun 2017, di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa dalam operasi senyap dan teliti tersebut, pasukan gabungan dari Kopassus, Batalion 751 Raider dan Taipur Kostrad melakukan pergerakan sejauh empat setengah kilometer selama tiga sampai empat hari, kemudian melakukan serangan di dua tempat markas KKB.

Setelah pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil menguasai lokasi yang dikuasai KKB, saya perintahkan agar mengutamakan keselamatan sandera. Sebelum evakuasi, saya perintahkan agar kiri-kanan jalan harus aman,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa sandera yang merupakan warga asli tetap bertahan di kampungnya dengan penjagaan dari TNI dan Polri, sedangkan yang bukan berasal dari kampung tersebut telah diungsikan. “Soal KKB yang melarikan diri sedang dalam pengejaran, tapi fokus saya yang penting adalah sandera harus selamat,” ujarnya.

Dihadapan awak media, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke merupakan Negara Kesatuan dan Negara yang berdaulat. “Segenap rakyat dan seluruh tumpah darah harus dijamin keselamatannya. Untuk itu, tidak boleh ada sejengkal tanah NKRI yang tidak aman bagi warganya,” tegasnya.

 Lima Perwira Tolak Naik Pangkat

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi lima perwira TNI yang memimpin operasi gabungan pembebasan sandera di Tembagapura, Timika, Papua, menolak kenaikan pangkat. Alasan penolakan itu karena perwira itu merasa keberhasilan itu milik anak buah.

Lima perwira diwakili komandan upacara menyampaikan keberhasilan adalah milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab para perwira sehingga secara halus mereka menolak kenaikan pangkat,” kata Jenderal Gatot dalam rekaman video yang diunggah secara luas (viral), Minggu (19/11/2017).

Dalam pidatonya, Jenderal Gatot mengemukakan kenaikan pangkat itu diberikan kepada 62 prajurit dari satuan gabungan yang membebaskan sandera. Namun dari jumlah itu, lima perwira menolak kenaikan pangkat luar biasa. Akan tetapi, kata Gatot, kelima perwira itu kemudian diberi latihan khusus mendahului rekan setingkatnya.

Saya ulangi para perwira meminta menjelaskan keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah tanggung jawab para perwira, maka sepantasnya yang mendapatkan kenaikan pangkat hanya anak buahnya maka 5 perwira tidak menerima kenaikan pangkat tapi diberikan latihan khusus mendahului rekan-rekannya,” ujar Gatot.

Gatot menyatakan kebanggaannya dengan sikap kelima perwira tersebut. Dia mengapresiasi sikap para prajurit yang dengan sigap menyelamatkan para sandera.

Ini adalah contoh dan teladan prajurit yang tidak mengutamakan kepetingan pribadi tapi hanya untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1300 lebih tersandera tapi dengan senyap, cepat bisa memisahkan dan mengisolasi sehingga 347 sandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikit pun.” (sir)
 

  Poskota  

KRI Teluk Bintuni 520

Kapal Markas Ujicoba Peluncuran Rudal TNI ALKRI Teluk Bintuni 520 jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mendapat kepercayaan sebagai kapal markas komando saat TNI Angkatan Laut melaksanakan uji coba penembakan senjata stategis di perairan laut Jawa.

Uji coba penembakan senjata strategis ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A P., dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar, Pangarmatim serta Pangkolinlamil di atas geladak KRI Teluk Bintuni 520.

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas atas keberhasilannya dalam melaksanakan Uji coba tersebut.

Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT, agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas”, ujar Kasal dalam pengarahannya usai pelaksanaan uji coba.

Sementera unsur yang disiapkan untuk melaksanakan uji coba penembakan yaitu 2 KRI dari Satuan Kapal Cepat Koarmabar, KRI Kujang 642 dan KRI Clurit 641 disiapkan untuk peluncuran jenis Rudal C 705 serta KRI Nanggala 402 untuk penembakan senjata Torpedo SUT.

Kegiatan uji coba penembakan Rudal C 705 dan Torpedo SUT berhasil dengan baik dan sukses mengenai target dengan sasaran Ex KRI Karimata 960.

Kepala Dispen Kolinlamil
Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea, S.Pd., M.AP.
 

  Poskota  

Akhir Bulan, Kapal Perusak ‘Admiral Panteleyev’ Akan Singgah di Tanjung Priok

Kapal perusak antikapal selam Armada Pasifik Rusia ‘Admiral Panteleyev’ meninggalkan pelabuhan Vladivostok pada 29 Maret 2009 untuk memerangi bajak laut di Teluk Aden, di lepas pantai Somalia.

Kapal ini akan dibuka untuk umum pada 29 November.

Kapal perusak antikapal selam ‘Admiral Panteleyev’ akan berlabuh di Jakarta. Demikian informasi tersebut dikonfirmasi Atase Pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta Denis Tetyushin kepada Russia Beyond, Jumat (17/11).

Kapal kelas Udaloy tersebut dijadwalkan akan tiba di Tanjung Priok pada 27 November mendatang. Tetyushin menyebutkan, kapal perang Rusia itu datang untuk mengikuti latihan gabungan di bidang komunikasi dan taktis dengan Angkatan Laut Indonesia.

Selain itu, kapal ini akan dibuka untuk umum pada 29 November,” kata Tetyushin. “Kami juga mengundang para wartawan.

Kunjungan ‘Admiral Panteleyev’ ke Jakarta kali ini bukanlah yang pertama. Dua tahun lalu, pada Oktober 2015, kapal perusak ini sempat singgah di Tanjung Priok dengan misi mempererat hubungan militer antara Rusia dan Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal Angkatan Laut Rusia kerap menyambangi Tanjung Priok. Pada Mei lalu, misalnya, kapal jelajah ‘Varyag’ mengunjungi Jakarta atas undangan TNI-AL. Saat itu, kapal jelajah andalan Armada Pasifik Rusia tersebut pun dibuka untuk umum.

Kapal kelas Udaloy adalah kapal perusak antikapal selam yang dibangun untuk Angkatan Laut Soviet — delapan di antaranya saat ini beroperasi dengan Angkatan Laut Rusia.

Kapal ‘Admiral Panteleyev’ sendiri merupakan bagian dari Armada Pasifik Rusia. Pada 2009, kapal ini dikerahkan sebagai bagian dari operasi untuk memerangi bajak laut di lepas pantai Somalia. Kapal ini juga pernah berpartisipasi pada RIMPAC 2012 — latihan angkatan laut internasional terbesar di dunia.
 

  RBTH  

Sabtu, 18 November 2017

Detik-detik TNI dan Polri bebaskan ratusan sandera KKB di Papua

https://lh4.googleusercontent.com/proxy/JHzIi9_UDQz-PM5Kg0zRbvLsCHM3-y_ezPb_qwHmtzw6r3CqlCrud0VxvLbKfzYQxKPBb__e0D_kiF_nFWeDiA6Cr-pYOF8_673rq6uuE1KDoOr7rraKDaXkRmwNs54fUg=s0-dProses evakuasi ratusan warga di Papua

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar dan Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit nyaris tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB saat ikut mengevakuasi ratusan warga di Banti, Kimbeli dan area longsoran, Distrik Tembagapura, Jumat kemarin.

"Saat kegiatan evakuasi warga oleh tim gabungan TNI dan Polri, anggota kita masih diserang dengan tembakan oleh KKB dari jarak jauh dan ketinggian. Bahkan Bapak Kapolda dan Bapak Pangdam diberitakan hampir terkena," kata Kepala Penerangan Daerah Militer XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi di Timika, Sabtu.

Aidi mengakui upaya pembebasan 344 warga sipil terisolasi di tiga tempat itu penuh risiko lantaran KKB terus menghujani aparat dan warga dengan tembakan, meski dari jarak yang cukup jauh.

"Itulah risiko yang diambil aparat TNI dan Polri untuk menyelamatkan masyarakat demi kepentingan kemanusiaan. Terkadang keselamatan dirinya sendiri diabaikan demi untuk menyelamatkan masyarakat," kata Aidi.

Aidi mengisahkan detil proses pembebasan 344 warga itu. Dia menyebutkan, pasukan TNI sudah bergerak ke lokasi sasaran sejak lima hari sebelumnya. Mereka terdiri dari Kopassus 13 personel, 20 personel dari Batalyon 751/Rider, dengan tugas khusus merebut Kampung Kimbeli dari KKB.

Selain itu, Peleton Intai Tempur Kostrad bersama Batalyon Infanteri 754/Eme Neme Kangasi dengan personel masing-masing 10 orang. Tugasnya adalah merebut Kampung Banti.

"Mereka bergerak dengan sangat senyap, sangat rahasia pada malam hari. Lalu pada siang hari mereka mengendap, membeku. Sambil mempelajari situasi secara perlahan sekali mereka sampai di titik sasaran. Bahkan dilaporkan satu hari sebelum jam yang disepakati untuk menyerbu, pasukan kita sudah berada di lokasi masing-masing dan selama satu hari itu mereka tidak makan," jelas Aidi.

Rencana menyerbu KKB yang berada di Banti dan Kimbeli pada Kamis (16/11) urung dilakukan mengingat saat itu kelompok separatis sudah membaur dengan masyarakat.

"Saat itu anggota sudah meminta izin kepada Pangdam untuk segera mengatasi KKB karena jarak mereka hanya sekitar 30-50 meter dan ada anggota KKB yang menenteng senjata api," kata Aidi.

Namun Pangdam Cenderawasih memberikan petunjuk bahwa jika KKB masih membaur dengan masyarakat sipil maka tidak boleh diapa-apakan karena operasi penumpasan KKB Tembagapura itu lebih mengutamakan keselamatan warga sipil.

Lalu, Jumat pagi kemarin, sejumlah pentolan KKB yang baru bangun bergerak ke pos-pos di wilayah ketinggian yang sudah mereka dirikan. Di pos-pos itu sejumlah bendera kelompok separatis Papua merdeka berkibar di sana.

Saat itulah, pasukan TNI serentak menyerbu Kampung Kimbeli dan Banti. Kelompok separatis bersenjata itu kocar-kacir menyelamatkan diri ke dalam hutan dan ke area ketinggian sambil menyerang aparat dengan tembakan bertubi-tubi.

Saat penyerbuan itu dilakukan, jarak pandang di lokasi itu hanya sekitar tiga hingga lima meter karena masih berkabut tebal.

Setelah KKB lari kocar-kacir meninggalkan kedua kampung itu, aparat gabungan TNI dan Polri lain bergegas menuju dua kampung itu untuk membebaskan ratusan warga yang disandera.

Kolonel Aidi mengatakan saat proses evakuasi warga masih berlangsung, kontak tembak antara aparat TNI-Brimob dengan KKB masih terus berlangsung dalam kurun waktu kurang dari dua jam.

"Kami belum bisa memastikan apakah dari pihak mereka ada korban atau tidak," kata Aidi.

 Berikut Video dari Youtube : 



  Antara  

I Gusti Ngurah Rai Diabadikan Jadi Nama Kapal Perang

Pengukuhan KRI GNR – 332 Akan Digelar Bulan Desember http://militermeter.com/wp-content/uploads/2017/04/FB_IMG_1491841598464-1-678x381.jpgKRI 332 & 331

Pahlawan asal Bali I Gusti Ngurah Rai kembali diabadikan menjadi nama salah satu kapal perang Republik Indonesia, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (GNR-332), yang langsung memperkuat poros maritim Indonesia di Pulau Dewata dan sekitarnya.

Pengukuhan KRI GNR-332 rencananya digelar pada 30 Desember 2017, dengan terlebih dahulu diupacarai pemlaspasan secara adat Bali dan diharapkan dihadiri langsung oleh Gubernur Bali,” kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Letkol Laut (P) Gusti Bagus Tapayasa di Denpasar, Kamis (16/11).

Saat beraudiensi dengan Gubernur Bali, ia mengemukakan kecanggihan yang dimiliki KRI tersebut, diantaranya memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter dan berbobot 3.216 ton, dengan kecepatan maksimal mencapai 28 knot serta mampu menampung lebih dari 100 orang kru.

Tak hanya itu, KRI GNR-332 juga mampu melakukan perang di empat matra sekaligus, yakni perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang udara pesawat tempur dan perang elektronika.

Selain itu, kapal ini juga mampu membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan apresiasi karena penggunaan nama Ngurah Rai tersebut merupakan penghargaan kepada pahlawan asal Bali.

Dalam makna yang lebih luas, Pastika mengharapkan para prajurit dan juga Danlanal yang seorang putra Bali agar meneladani semangat para pahlawan seperti I Gusti Ngurah Rai agar bisa meningkatkan daya saing pada kesatuannya masing-masing.

Dengan demikian, bisa berguna bagi nusa dan bangsa maupun mengabdikan dirinya bagi daerah kelahiran. “Seperti apa yang sudah dilakukan para pahlawan kita, para generasi muda yang saat ini bergelut di dunia TNI harus bisa maju, harus hebat secara kualitas, harus berani tampil, harus seimbang kemampuan dan ketrampilannya,” ujarnya.

Pastika menambahkan, kalau ingin maju harus mengubah pola pikir yang misalnya tidak berani tampil, sekarang harus berani tampil. Karena jika ingin dilihat harus berani tampil, jika ingin didengar harus berani ngomong.

Dia juga menceritakan pengalamannya semasih aktif di kepolisian, yang diharapkan bisa menjadi cerminan dalam melaksanakan tugas bagi para prajurit aktif. Pada kesempatan itu, Gubernur Pastika hadir dengan didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali I Gede Putu Jaya Suartama.

  Republika  

Uji Dinamis Radar Pasif Tahun 2017 di Lanud Sulaiman

https://1.bp.blogspot.com/-TPOBleLd2UE/Wg_wflPaSpI/AAAAAAAA2zY/P2yoddrXkQAVl-74rNyz70XP5JsFAfiGQCLcBGAs/s400/2017-11-17-slm-uji-radar.gifPengujian radar pasif TNI AU [TNI AU] ☆

Litbang Kemenhan melaksanakan uji dinamis radar pasif tahun 2017 yang dilaksanakan di gedung balai Prajurit Cendrawasih Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Jum’at (17/11).

DR.Joko Suryana dari LAPI ITB memaparkan tentang penelitian dan Pengembangan Radar Pasif : Demo Dinamis yang mengatakan bahwa radar pasif adalah memampuan mendeteksi dan mengidentifikasi objek di sekitar lingkungan yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik.

Radar pasif tidak memancarkan gelombang elektromagnetik untuk melakukan fungsinya. Akan tetapi memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang ada disekitar atau yang dipancarkan oleh objek itu sendiri,“ Jelas DR. Joko Suryana.

Dijelaskan pula fungsi-fungsi yang ada di radar pasif antara lain adalah PCL (Pasive Coherent Location) yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengidentifikasi objek dengan memanfaatkan pantulan gelombang elektromagnetik yang ada di lingkungan sekitar. Selanjutnya adalah PET (Passive Emmiter Tracking) yang fungsinya untuk mendeteksi dan mengidentifikasi objek dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh objek itu sendiri. Sedangkan IFF/ADS-B berfungsi mendeteksi dan mengidentifikasi objek di udara dengan memanfaatkan transmisi/pertukaran informasi IFF/ADS-B.

Komponen utama radar pasif terdiri dari antenna system, Mast and Traier, Digital Signal Processing (DSP), dan Display. Keuntungan radar pasif adalah tidak perlu memancarkan sinyal sendiri (silent) untuk mendeteksi target. Selain itu, biaya lebih murah karena tidak memerlukan transmitter,” kata DR. Anne Kusmayati selaku Kabalitbang Kemenhan.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Kepala Dinas Operasi Letkol Lek Imam Bintoro mewakili Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Tyas Nur Adi, Ir. Budi Harja Raden (Ses balitbang) dan Bpk. Abdullah Sami (Kapuslibang Alpalhan). Acara tersebut diikuti pula para instruktur dan siswa yang sedang melaksanakan pendidikan di Lanud Sulaiman dengan kejuruan teknik radar.

  TNI AU  

TNI AL Berhasil Uji Coba Senjata Strategis Rudal C-705 dan Torpedo SUT

Penembakan rudal C-705 dari kapal cepat rudal kelas terkecil milik TNI AL (KCR-40) KRI Kujang 642 berhasil mengenai sasaran dengan sukses [TNI AL]

TNI Angkatan Laut berhasil melaksanakan uji coba penembakan senjata-senjata strategis yaitu penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT di Perairan Laut Bali, Jumat, (17/11/2017)

Penembakan Rudal C-705 berhasil diluncurkan dari KRI Kujang-642 Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar) dengan berhasil mengenai tepat pada sasaran Ex KRI Karimata-960. Dilanjutkan dengan penembakan Torpedo SUT dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim, dimana tembakan kedua tersebut berhasil menenggelamkan sasaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali.

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P) I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si. yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.

Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P., dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar, Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520.

Selanjutnya Kasal Laksmana Ade Supandi, S. E., M. A. P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dal Satgas atas keberhasilannya dalam melaksanakan Ujicoba tersebut. "Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT, agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas" ujar Kasal dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut.

Selain dalam rangka menguji kehandalan dan daya hancur kedua senjata tersebut juga menguji kemampuan integrasi peralatan sensor dan sistem kendali senjata yang baru CMS MSI-90U MK Kongsberg. selain itu, tujuan dari uji coba ini adalah terpeliharanya kemampuan tempur prajurit TNI AL serta meningkatkan profesionalisme prajurit KRI dalam melaksanakan tugas sebagai pengawak alutsista TNI Angkatan Laut.

Sebelum penembakan, Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control sistem yang terdapat di KRI Nanggala-402, KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.

Rudal C-705 serta Torpedo SUT merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan dan sasaran di daratan. Sementara Torpedo SUT punya kemampuan untuk menghancurkan sasaran kapal permukaan maupun sasaran Kapal Selam.

Hadir dalam ujicoba penembakan tersebut, para Pejabat TNI Angkatan Laut diantaranya Kadislaikmatal, Kadisadal, Kadissenlekal, Irops Itjenal, Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

   RRI  

Jumat, 17 November 2017

TNI AL Akan Bangun Pangkalan di Manokwari Selatan

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) akan membangun pangkalan di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Wakil Bupati Manokwari Selatan Wempi Rengkung di Ransiki Manokwari Selatan, Selasa, mengatakan, sejak sah terbentuk menjadi daerah otonomi baru, pembangunan perangkat daerah dan vertikal gencar dilakukan di Manokwari Selatan.

Menurutnya, kahadiran TNI, Polri dan perangkat dari berbagai instansi pemerintahan yang lain diharapkan untuk mendukung keamanan dan upaya percepatan pembangunan daerah.

Terkait pembangunan pangkalan TNI-AL, lanjut Wempi, bulan lalu pihaknya telah menerima Liaison Officer (LO) atau perwira penghubung dari Lantamal XIV Sorong.

Kita sudah bertemu dan berbicara panjang lebar. Rencananya, pangkalan akan dibangun di Momiwaren,” kata Rengkung.

Perairan Manokwari Selatan, kata dia, akan menjadi salah satu wilayah pertahanan laut di Indonesia bagian timur. Pemerintah daerah siap mendukung rencana tersebut.

Mengawali program rencana tersebut, pemerintah daerah menfasilitasi gedung sebagai kantor LO di Oransbari. Dalam waktu dekat Komandan Lantamal XIV akan berkunjung ke daerah ini.

Pada tahap awal ini, akan ada beberapa kapal pengintai yang ditempatkan di wilayah perairan kita. Juga ada 200 personil yang akan ditempatkan di sini,” ujarnya lagi.

Dia menambahkan, selain menyiapkan lahan, pemerintah daerah juga siap mendukung dana operasional bagi.

Rindam Kasuari sementara dibangun, SPN (Sekolah Polisi Negara) pun sedikit lagi dan sekarang angkatan laut masuk. Lengkap sudah, Manokwari Selatan siap berkembang,” katanya lagi.

   Antara  

TNI Raih Juara Umum Lomba Menembak AARM ke-27

Di SingapuraIndonesia kembali merebut Juara Umum lomba menembak militer ASEAN (ASEAN Armies Rifle Meet/AARM) ke-27 yang berlangsung di Singapura. Gelar juara umum sudah bisa dipastikan, meski proses perlombaan masih berlangsung.

Kita Juara Umum AARM sementara mendapat 8 trofi dan sudah pasti Juara. Saat ini perlombaan masih berlansung,” kata Kapen Kopassus Letkol (Inf) Joko Tri Hadimantoyo kepada Kumparan, Jumat (17/11).

Joko menjelaskan, dalam perlombaan ini, setiap negara memperebutkan total 15 trofi utama. Saat ini, Indonesia sudah meraih 8 trofi dari berbagai kategori lomba.

8 Trofi dari 15 trofi yang diperebutkan. Sehingga dari jumlah tropi kita sudah pasti Juara Umum AARM,” imbuh Joko.

Kontingen Indonesia tahun ini mengirim 62 personel, terdiri atas 37 petembak, 21 official, 2 observer, dan 2 asisten teknik dari PT Pindad. Selain trofi utama, Indonesia juga berhasil meraup banyak medali.

Medali yang diperoleh sementara ini 29 emas, 9 perak, dan 9 perunggu,” ucap dia.

   Kumparan  

13 Anggota Kopassus TNI Berhasil Bebaskan Sandera Serta Kuasai Kimberly dan Bunti

Sebanyak 13 orang dari Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) dibantu pasukan Raider 751/30 bergerak cepat menguasai Kimberley. Sedangkan dua Tim dari Ton Taipur Kostrad bertugas menguasai Bunti.

Pada waktu yang di koordinasi pada Jam “J” pada jam 07.00 waktu setempat setelah Kimberley berhasil dikuasai. Pangdam Cendrawasih Mayjend George Elnadus Supit, Jumat (17/11/2017) memerintahkan untuk bergerak menguasai pos-pos pengamanan separatis TPN/OPN .

Kurang dari dua jam seluruh medan berhasil dikuasai para separatis yang melarikan diri ke Hutan dan gunung.

Belum bisa dipastikan apakah kelompok separatis OPM ada yang korban karena cuaca berkabut sanggar tebal.

Setelah seluruh wilayah di kuasai dan situasi dinyatakan aman.

13 Anggota Kopassus TNI Berhasil Bebaskan Sandera Serta Kuasai Kimberly dan BuntiPangdam XVII/Cenderawasih berkoordinasi dengan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, agar segera mengirimkan Tim Evakuasi.

Tidak lama kemudian Tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi melaksanakan evakuasi. Sekitar pukul 14.00 waktu setempat proses evakuasi berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban sandera sebanyak 347 orang yang terdiri dari warga pendatang dan pribumi.

Sementara penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik. Saat ini, Jum'at, (17/11/2017), pasukan pengaman tetap tinggal di lokasi mengamankan korban dan kampung. (Rell/SAS/HF)

   RRI  

TNI AU Bangun Satuan Radar Baru di Sumba

Satuan radar baru akan dibangun di Kahale, Sumba Barat Daya [ThalesRaytheon]

Komandan Pangkalan Udara TNI AU El Tari, Kolonel Penerbang Ronny I Moningka, mengatakan, TNI AU akan membangun satuan radar baru di Kahale, Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, untuk mendukung pengamanan wilayah udara di NTT.

NTT merupakan provinsi paling selatan di Indonesia, yang berbatasan dengan Laut Timor, Samudera Hindia, dan Australia.

"Di Kahale sedang dibangun satuan radar baru, sudah ada lahan yang disiapkan pemerintah daerah setempat dan sudah dilakukan pemagaran," kata Moningka, di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan, untuk saat ini satu-satunya satuan radar yang aktif beroperasi memantau wilayah udara di provinsi setempat yakni Satuan Radar 226 yang beroperasi Buraen, Kabupaten Kupang, Pulau Timor.

Namun, kata dia, satuan radar tersebut baru mengcover sebagian wilayah udara provinsi yang berbatasan langsung laut dan darat dengan negara Timor Timur dan batas laut dengan Australia itu.

"Radar di Buraen ini untuk menjaga ancaman yang masuk dari wilayah selatan, dan sudah diintegrasikan dengan radar Bandara El Tari dan bandara lainnya di NTT," katanya.

Sementara itu, lanjut, radar baru yang ditempatkan di Sumba Barat Daya akan mampu meliputi semua wilayah udara NTT.

Moningka mengapesiasi dukungan pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk penyelesaian masalah lahan pembangunan radar baru dan sekarang sudah dilakukan pemagaran untuk mengamankan aset tersebut.

"Kemungkinan dua tahun ke depan radar sudah ditempatkaan di daerah itu sehingga seluruh wilayah udara NTT nantinya akan terpantau semuanya oleh radar pertahanan udara TNI AU," katanya.

Ia menambahkan, kehadiran radar baru tersebut nantinya membuat pengawasan wilayah udara termasuk pemantauan aktivitas penerbangan yang menghubungkan 14 bandara aktif di NTT lebih maksimal.

"Sehingga peran TNI-AU untuk operasi militer perang maupun operasi militer selain perang juga akan lebih maksimal dalam menjaga keamanan udara," katanya.

   Antara  

KRI Slamet Riyadi Perkuat Pengamanan Mimika

KRI Slamet Riyadi [wikimedia]

Markas Besar TNI Angkatan Laut mengirim KRI Slamet Riyadi dan 90 personelnya ke Timika Puntuk memperkuat pengamanan wilayah Mimika dari gangguan kelompok separatis bersenjata yang akhir-akhir ini melakukan serangkaian penembakan di wilayah Tembagapura.

"Kalau tidak ada halangan KRI Slamet Riyadi akan tiba esok di Timika," kata Komandan Pangkalan TNI AL Timika Letkol Laut Pelaut Yoshapat Indarto di Timika, Jumat.

Yoshapat mengatakan KRI Slamet Riyadi akan mendukung pengamanan wilayah perairan Mimika dan sekitarnya, tempat obyek vital PT Freeport Indonesia, Pelabuhan Port Side Amamapare, dijaga ketat aparat TNI Angkatan Laut.

Gudang penyimpanan dan pengeringan konsentrat, pelabuhan muat konsentrat ke kapal-kapal tambang, pelabuhan kargo, fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Batubara) dan fasilitas penting PT Freeport Indonesia juga ada di lokasi itu.

Yoshapat mengatakan sejauh ini ada sekitar 10 prajurit TNI Angkatan Laut yang disiagakan di wilayah Port Side Amamapare.

Sementara berkenaan dengan kebakaran yang terjadi di Gudang 2 Conveyor 8 BC milik PT Freeport Indonesia di Port Side Amamapare pada Kamis (16/11) petang, Yoshapat menegaskan bahwa itu bukan akibat adanya sabotase oleh kelompok separatis bersenjata.

"Kami sudah melakukan cross-check soal itu, dan tidak ada indikasi adanya sabotase. Di sana situasinya masih aman," katanya, menambahkan bahwa Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika sedang menyelidiki kasus itu.

   Antara  

Top military shooters to fire away as Asean Armies Rifle Meet kicks off in Singapore

https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/22688075_1729596794002420_3301066542672544481_n.jpg?oh=92ce2c03bcb447229d64bb39844423b0&oe=5AB045F9Top military shooters from the region are in town for the latest edition of the Asean Armies Rifle Meet, a diplomatic tradition that goes back 26 years to 1991.

In all, 550 army shooters from South-east Asia will be firing away after the week-long event kicked off on Monday (Nov 13) at Nee Soon Range.

They are aiming for a total of 15 trophies that will be awarded to the best shooters across five categories: carbine, rifle, machine gun, pistol (men) and pistol (women).

All 10 Asean members are represented in this year's competition. Each country takes turns to host the annual competition, and Singapore last hosted the event in 2009.

ASEAN Armies Rifle Meet (AARM)Colonel Andrew Lim, 44, who is in charge of the event's steering committee, said in a media briefing last week that a "healthy dose of competition goes a long way to build relationships and deepen trust".

The annual competition will also "avoid all the second-guessing that will potentially take place if (we) don't meet often enough", added the infantry chief.

At the opening ceremony on Monday, Brigadier-General Siew Kum Wong said that the rifle meet is an important avenue for Asean countries to renew relationships.

"It provides the platform for professional military ties to be established and deepened," he said.

  Straitstimes  

Kamis, 16 November 2017

KRI Dewa Ruci sambut KRI Bima Suci

KRI Bima Suci Tiba di Jakarta http://2.bp.blogspot.com/-Hg-V9VPSrmU/U9Jaf0fmcDI/AAAAAAAAE14/N00VJmB0C8A/s1600/25072014%2BKRI%2BClurit%2B641.jpgKedatangan KRI Bima Suci di Jakarta [defence.pk] ☆

Kapal layar latih tiang tinggi KRI BIma Suci tiba di Jakarta disambut pendahulunya KRI Dewa Ruci di tenggara Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis pagi.

KRI Dewa Ruci yang dikomandani Letkol Laut (P) Rahadian Rahmadi, dan membawa 30 purnawirawan TNI Angkatan Laut, bertolak dari JICT II Tanjung Priok pada pukul 05.30 WIB menuju tenggara Pulau Damar, Kepulauan Seribu.

Satu setengah jam berlalu, KRI Dewa Ruci pun tepat berhadapan dengan KRI BIma Suci. Kedua kapal layar latih tiang tinggi pun saling memberikan penghormatan parade lambung.

Usai prosesi penghormatan parade lambung, KRI Dewa Ruci pun bergerak memandu KRI BIma Suci menuju Dermaga JICT II, untuk menjalani proses sandar di dermaga tersebut.

Tepat pukul 08.30 KRI Dewa Ruci sandar di dermaga dan disambut atraksi drum band siswa siswi SMP Hang Tuah 2. Berselang sekitar 30 menit kemudian KRI BIma Suci pun sandar di dermaga yang sama untuk menjalani upacara penyambutan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Sopandi dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja.

Kedatangan kapal kelas layar latih Barque itu disambut atraksi sendratari bertajuk "BIma Suci" oleh Sanggar Tari Sasana Budaya.

KRI BIma Suci dibuat di galangan kapal Construcciones Navales Paulino Freire, Vigo, Spanyol, selama 22 bulan. Kapal bernomor lambung 945 tersebut bertolak ke Indonesia pada 18 September 2017, menyinggahi 9 kota di 5 negara dengan jarak tempuh 11.170 NM.

Kapal yang memiliki panjang 111,20 meter itu dikomandani Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji dan membawa 171 personel termasuk seorang jurnalis Perum Kantor Berita Antara.

Kapal perangqa1 jenis layar latih KRI BIma Suci akan berada di Jakarta hingga 22 November untuk menggelar ?open ship? sebelum berlayar ke Sabang, untuk mengikuti ?Sail Sabang? dan bertolak menuju Surabaya.

  Antara  

Negosiasi dengan KKB di Papua Dibatasi Waktu

http://2.bp.blogspot.com/-Hg-V9VPSrmU/U9Jaf0fmcDI/AAAAAAAAE14/N00VJmB0C8A/s1600/25072014%2BKRI%2BClurit%2B641.jpgJika negosiasi gagal, Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, ada cara lain untuk mengatasi konflik di Tembagapura. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi) ☆

Negosiasi antara aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dibatasi waktu. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo berkata, saat ini perundingan masih dilakukan pihak KKB dan aparat.

Menurutnya, perundingan tak akan dilakukan selamanya. Jika negosiasi tidak berhasil, Gatot berkata ada cara lain untuk mengatasi konflik di Tembagapura.

"Kalau negosiasi tidak mau, semuanya tidak mau, malah menantang, itu kan lain ceritanya nanti," tutur Gatot usai mengisi acara Rapat Kerja Nasional Partai NasDem di Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/11).

Gatot mengklaim tentara dan polisi sudah mempersiapkan armada untuk menghadapi segala kemungkinan di Papua.

Ia juga berkata, senjata yang digunakan KKB di Papua merupakan hasil rampasan dari aparat. Menurutnya, KKB tak membeli atau mendapat senjata itu dari aparat.

"Negara harus hadir di mana pun juga, dan melindungi masyarakat di mana pun juga, dan itu TNI akan hadir apapun costnya," ujarnya.

Aksi KKB di Tembagapura, Mimika, Rabu (15/11) lalu telah mewaskan seorang Brigadir Mobil (Brimob) Polda Papua Brigadir Firman. Selain itu, satu orang anggota Brimob Polda Papua lainnya, Brigadir Kepala Yongky Rumte mengalami luka tembak di bagian punggung.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini hingga sekarang.

Aksi teror oleh KKB di wilayah Tembagapura sudah berlangsung lebih dari tiga pekan.

Sebelum Firman, Anggota Brimob Polda Papua Detasemen B Mimika, Brigadir Satu Berry Pernama Putra, juga tewas tertembak saat mengejar kelompok kriminal bersenjata pimpinan Sabinus Waker, pada 22 Oktober. Sementara, empat rekannya mengalami luka-luka. (pmg)

  CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...