Rabu, 26 April 2017

800 Pasukan TNI Tiba di Sudan

imageSebanyak 800 Prajurit TNI Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt (Indonesian Battalion) 03 yang akan bertugas sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian dibawah bendera PBB, dengan menggunakan Pesawat UN (United Nation) Boeing 767 beberapa waktu telah tiba di Bandara Al Shaheed Sebera, El Geneina, Sudan-Afrika.

Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid dipimpin Komandan Satgas Letkol Inf Syamsul Alam S.E., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Para Raider 433/Julu Siri Kariango Sulawesi, Brigif Para Raider 3 dibawah Divisi Infanteri 1/Kostrad, dengan Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Jenris Yulmalvinas.

800 personel TNI Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid, terdiri dari 54 Perwira, 189 Bintara, 541 Tamtama, dan 16 Wanita TNI dengan Main Body sebanyak 499 personel dari Battalion Infanteri Para Raider 433/JS Makassar.

Selama berada di daerah misi, Pasukan Garuda di bawah bendera PBB akan menjalankan tugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian dunia di wilayah Darfur, Sudan-Afrika, yang bertujuan mengurangi tindakan kekerasan yang terjadi di daerah misi serta untuk memantau Perjanjian Perdamaian atau Darfur Peace Agreement (DPA) antara pemerintah Darfur dengan para kelompok bersenjata penentang pemerintah Darfur.

Satgas Kontingen Garuda XXXV-C/Unamid merupakan misi Satgas TNI ketiga menggantikan Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-B/Unamid.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Satgas Konga XXXV-C/Unamid akan ditempatkan pada dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi Bantuan dan 3 (tiga) Kompi Senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 (satu) Kompi Senapan Berdiri Sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Supercamp El Geneina.

Perwira Penerangan Konga XXXV-C/Unamid
Kapten Laut (KH) Aripudin

  Poskota  

KBRI Promosikan Produk Indonesia di Pameran Gambia

http://4.bp.blogspot.com/-iIJcR2q-xaI/UoO7Wf12KBI/AAAAAAAADmY/rdZLe7xwt5w/s1600/2013+nov+aerotech+2.jpgIlustrasi CN 235 ★
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dakar mempromosikan produk-produk Indonesia dalam pameran dagang Gambia, Trade Fair Gambia International (TFGI), ke-11 yang berlangsung 15-30 April 2017.

Pameran dagang internasional itu diselenggarakan oleh kamar dagang dan industri (KADIN) Gambia di Independence Stadium, Banjul, Gambia, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Dakar yang diterima di Jakarta, Senin.

Berbagai sampel produk nasional Indonesia yang dipromosikan pada pameran itu, antara lain produk hasil hutan, kayu, perabotan, rotan, kayu lapis, produk makanan, hasil tambang dan pertanian, sawit dan produk turunannya, produk hasil laut, tekstil, pakaian jadi, peralatan rumah tangga, elektronik, alat-alat listrik, dan produk plastik.

Selain itu, KBRI juga mempromosikan berbagai produk industri strategis dan unggulan Indonesia, antara lain produk PT. Dirgantara Indonesia, PT. INKA, PT. Pindad, PT. PAL, PT. Sritex.

Adapun barang-barang konsumsi sehari-hari asal Indonesia yang dipamerkan, antara lain sabun, minyak goreng, saos sambal dan tomat, biskuit, teh, kopi, permen, lotion anti nyamuk, balsam gosok.

Pameran TFGI ke-11 itu secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Gambia, Fataoumata Tambajang, yang dalam pidatonya menyampaikan pesan Presiden Gambia, Adama Barrow.

Pemerintah Gambia sedang fokus membangun sektor pertanian, perikanan, energi dan infrastruktur. Dalam bidang perdagangan, Pemerintah Gambia akan mengurangi berbagai hambatan dan mempermudah dalam melakukan bisnis di Gambia serta menciptakan lingkungan bisnis yang bersahabat.

Duta Besar RI Dakar yang juga merangkap Gambia Mansyur Pangeran dan Ketua KADIN Senegal Serigne Mboup menjadi tamu kehormatan pada pameran dagang terbesar di Gambia tersebut.

Ketika berkunjung ke stand Indonesia, Wakil Presiden Fataoumata Tambajang disambut Dubes Mansyur Pangeran, yang kemudian memberikan penjelasan mengenai produk-produk industri strategis dan unggulan Indonesia.

Dubes RI juga mempromosikan pesawat CN-235 yang pernah membawa Presiden Gambia yang baru terpilih, Adama Barrow, dari Dakar ke Banjul pada Januari 2017 tidak lama setelah pesawat CN-235 tiba di Dakar.

Selain itu, dia menyampaikan tentang kerja sama pertanian RI-Gambia yang telah terjalin lama dengan berdirinya "Agricultural Rural Farmer Training Center" (ARFTC) di Jenoi untuk meningkatkan kapasitas petani Gambia.

"Saya sampaikan kepada Wapres Gambia mengenai kerja sama antara KADIN Indonesia-Gambia dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani di Jakarta tanggal 7 November 2016," ujar Dubes Mansyur. (*)

  Antara  

Ilustrasi MMWT FNSS-Pindad Terbaru

Modern Medium Weight Tank
  Beredar ilustrasi terbaru Medium Tank hasil kerjasama FNSS bersama Pindad. Terlihat perbedaan bentuk dari hasil ilustrasi pertama yang ditampilkan pada pameran Indo defence 2016 lalu.

Hasil pandang awam, turret dan hull tank, nampak perbedaan bentuk. Turret diyakini pada ilustrasi diatas menggunakan turret Cockerill XC-8 kaliber 105 mm, yang sama di gunakan Medium Tank CV90105 hasil kerjasama CMI defence dan BAE. [Bordobel]


Penampilan pertama MMWT hasil kerjasama FNSS - Pindad pada pameran Indo Defence 2016. [FNSS]
http://www.cmigroupe.com/sites/default/files/article/CMI-Defence-Cockerill-105mm-CV90.jpg

Sedangkan CV90105 hasil kerjasama CMI Defence bersama BAE menggunakan turret yang sama, dipilih militer Indonesia. [CMI Group]

  Garuda Militer  

Dua Kapal Selam dari Korsel Segera Dikirim

Tiga kapal selam TNI AL buatan DSME Korea Selatan [Korps Hiu Kencana] ★
Kekuatan armada Angkatan Laut Indonesia bakal semakin tangguh. Juni mendatang, dua kapal selam jenis Chang-Bogo yang dipesan dari Korea Selatan akan dikirimkan. Kapal yang rencananya diberi nama KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 itu bakal memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang berpusat di Surabaya.

’’Saat ini yang punya fasilitas markas kapal selam baru Koarmatim. Maka, kapal baru itu nanti juga akan bermarkas di sana,’’ jelas Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksda Achmad Taufiqoerrochman.

KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 dibuat oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Seharusnya selesai Maret lalu. Namun, karena beberapa hal, kapal baru dikirimkan Juni. Saat ini dua kapal bertenaga diesel tersebut sudah meninggalkan galangan DSME untuk menjalani serangkaian uji di perairan Korea Selatan.

Sebenarnya, ada tiga kapal selam yang dipesan Indonesia. Satu lagi adalah KRI Alugoro 405. Kapal itu saat ini masih berada dalam perencanaan produksi.

Taufiq menjelaskan, mundurnya pengiriman KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali disebabkan penyelesaian yang harus bersamaan. KRI Nagapasa harus menunggu selesainya konstruksi KRI Ardadedali untuk memulai uji coba. ’’Kalau satu diuji, satunya juga harus menemani,’’ ucapnya.

Ke depan, TNI Angkatan Laut akan menambah markas kapal selam. Dengan demikian, kapal selam tidak hanya bermarkas di Surabaya. Yang paling berpotensi untuk menjadi pangkalan kapal selam adalah Teluk Terate, Lampung. Tanah di lokasi teluk juga sudah merupakan aset milik TNI-AL. ’’Rencananya sudah lama, sejak zaman Presiden Soeharto,’’ ujarnya.

Saat ini Indonesia hanya memiliki dua kapal selam kelas Whiskey buatan Rusia. Yaitu, KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Setelah kedatangan kelas Bogo, dua kapal era Perang Dunia II itu akan tetap dioperasikan.

Sementara itu, Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmatim Kolonel Indra Agus Wijaya mengatakan, markas satuan kapal selam sudah mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk kedatangan tiga kapal selam Bogo. ’’Dermaganya sudah siap untuk tiga kapal. Berdampingan dengan dermaga yang ditempati Cakra dan Nanggala,’’ ujarnya.

Selain itu, saat ini prajurit TNI-AL dari satuan kapal selam sudah melakoni serangkaian pelatihan di beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, dan Norwegia. Kru kapal pertama, KRI Nagapasa, juga sudah berangkat ke Korea Selatan untuk latihan operasional sejak beberapa bulan lalu. ’’Satu kapal nanti diawaki oleh 40 orang,’’ katanya.

  Pontianak Post  

[Video] Menguji Senapan SS-2 Buatan Pindad

Liputan CNN PT Pindad, sudah dikenal sebagai produsen persenjataan. Pabrik yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat ini, memproduksi berbagai jenis senapan, kendaraan tempur, hingga amunisi. Bukan produk murahan, kualitas senjata buatan PT Pindad sudah teruji dalam berbagai turnamen.

  ★ Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...