Rabu, 21 Februari 2018

[Foto] KRI 627 PT PAL

Batch 2 KCR 60 M TNI AL https://2.bp.blogspot.com/-NwRneakPPdg/Wo13xnmxpQI/AAAAAAAALCY/_akPgiDvEa4WJ9XbrYxpnRQ7Q77RYOUZwCLcBGAs/s1600/kcr%2B60%2B627.jpgKRI 627 pesenan TNI AL [def.pk]

Beredar penampakan KRI 627 pesenan TNI AL produksi PT PAL Indonesia.

Dari forum militer nampak beberapa penampakan kapal yang termasuk jenis KCR 60M pesenan TNI AL batch kedua.

https://3.bp.blogspot.com/-cPrj2h3zpek/Wo170URpFYI/AAAAAAAALCk/e2uiT6QbL6ABD5IpBcf_2NDxYYSrdDkAQCLcBGAs/s1600/20180221_KRi%2B627.pngDari foto terlihat bangunan bridge berbeda dari KCR 60M pesenan pertama, nampak bridge lebih tegak menghadap kemuka.

Rencananya jenis kapal ini akan dibangun kembali beberapa unit berserta senjatanya untuk menambah armada TNI AL.

  Garuda Militer  

Indonesian Navy Submits Reorganisation Plans, Proposals for Third Fleet to President Widodo

Indonesia has finalised details for the creation of a third fleet, and submitted these proposals to the country’s president. Plans for the reorganisation are long-standing, but have been given urgency under the leadership of Air Chief Marshal Hadi Tjahjanto https://1.bp.blogspot.com/-kt1ssE445Go/Wo173rdyLvI/AAAAAAAALCs/l2kgOiy8YoAqAw5dsdT13wkab6JDUgSjwCLcBGAs/s1600/kri-kujang-642-koarmatim.jpgThe Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut: TNI-AL) has finalised a set of proposals that will see the service reorganised into three geographical fleets, and submitted them to Indonesian President Joko Widodo for his approval.

The TNI-AL is currently divided into two geographical commands: the Western Fleet (Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat: KOARMABAR), which is headquartered in Jakarta, and the Eastern fleet (Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur: KOARMATIM), which is headquartered in Surabaya.

  Janes  

Inhan Swasta Berharap Dukungan Pemerintah

https://2.bp.blogspot.com/-8-fxFUAn2v4/Wo175NMeZgI/AAAAAAAALCw/uAz2zC6-omQmbxCkx_z86z79GrlwLEg1gCLcBGAs/s1600/P6ATAV%2Bdef.pk.jpgP6 ATAV produksi swasta [def.pk] 

Ketua Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) Jan Pieter Ate mengungkapkan kualitas produksi peralatan militer alias pertahanan dan keamanan (hankam) dari Indonesia tidak kalah bagus dibanding dengan negara lain. Bahkan Indonesia menempati urutan ke-14 di dunia sebagai negara yang mampu memproduksi alutsista berkualitas.

Meski demikian, beberapa pengembangan masih terus dilakukan khususnya terkait bahan baku. “Saat ini komponen masih banyak impor, tapi ke depannya sudah mulai bisa diganti dalam negeri,” kata Jan Pieter disela rapat umum anggota Pinhantanas, Rabu (21/2).

Untuk itu pelaku bisnis alat pertahanan keamanan swasta ini berharap dukungan besar dari pemerintah demi memajukan industri ini. “Sekarang bagaimana kami bisa dapat jaminan yang berpihak terhadap industri dalam negeri,” terang Jan Pieter.

Salah satu peluang ialah mengisi anggaran dana Pinjaman Dalam Negeri (PDN) untuk belanja alutsista militer Indonesia periode 2015-2019 yang senilai Rp 15 triliun.

Dananjaya A. Trihardjo, Presiden Direktur PT Komodo Armament Indonesia (KAI) bilang, anggaran tersebut dapat menjadi potensi besar bagi perusahaan alutsista lokal. “Selain itu, kami lebih menyoroti dari soal niat pemerintah untuk dapat membantu swasta ini,” ujarnya ditemui di acara yang sama, Rabu (21/2).

Selain pasar nasional, produsen senjata api ini juga tengah menyasar pasar luar negeri. “Saat ini kami masih penjajakan di Uni Eropa dan kawasan Asean,” kata Dananjaya.

Untuk itu Komodo Armament Indonesia berharap agar pemerintah dapat menjadi produsen seperti mereka dengan user. Menurut Dananjaya, terkadang terobosan tersebut dirasa perlu.

Komodo armament, un nuovo produttore per l'OrienteKomodo Armament Indonesia yang memiliki pabrik di bekasi ini memproduksi hardware senjata api berupa pistol dan senapan laras panjang. Dengan mengandalkan dua lini produksi, pabrikan memiliki kapasitas terpasang 10.000 pistol per tahun dan 15.000 laras panjang per tahun.

Sementara itu, Bintoro, Direktur PT Wirajayadi Bahari menegaskan perusahaannya siap jika diminta untuk memasok kendaraan tempur militer Indonesia. “Kami punya kemampuan produksi dengan pabrik di Surabaya,” terangnya, Rabu (21/2).

Perusahaan tersebut memproduksi kendaraan pengangkut pasukan roda rantai. Bintoro mengklaim perusahaannya sebagai satu-satunya produsen kendaraan roda rantai di Indonesia saat ini. Pabrik Wirajayadi Bahari di Jawa Timur mampu memproduksi kurang lebih 10 unit kendaraan tempur setiap tahunnya.

 Dorong Permintaan di Dalam Negeri 
https://3.bp.blogspot.com/-MPE5Da3MRKc/Wo1759EQXaI/AAAAAAAALC0/Rr_Wln612YQ9vwPEhyoAXRqLZ8csXOmdwCLcBGAs/s1600/48e3fa7deef1880114a17384c5a4f8129326ffef43ec7b37784b5ec92959e1d7.jpgTurangga 4x4 APC produksi swasta [def.pk]

Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) menyelenggarakan rapat umum anggota luar biasa hari ini, Rabu (21/2). Para pelaku bisnis swasta ini mendorong pemakaian produk Pertahanan dan Keamanan (Hankam) dan alutsista buatan lokal di Indonesia.

Ketua Harian Pinhantanas Jan Pieter Ate mengatakan dari segi kemampuan sudah banyak industri dalam negeri yang siap menyuplai kebutuhan senjata dan produk hankam Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Dari segi produksi, sebenarnya industri dalam negeri mampu memasoknya,” sebutnya dalam pembukaan rapat tersebut, Rabu (21/2).

Secara garis besar terdapat empat kelompok usaha dalam industri hankam ini. Jan Pieter menjelaskan jenis produk tersebut meliputi land system (matra darat), naval system (matra laut) aerospace (matra udara) serta security (keamanan dan kepolisian). “Contohnya saja kapal selam, industri dalam negeri bahkan sudah mampu membangunnya mulai dari nol mulai dari rancangan, uji coba, prototype hingga produk final,” tegasnya.

Saat ini Pinhantanas mencatat ada sekitar 81 pelaku usaha di bidang hankam ini. “Namun baru sekitar 42 perusahaan yang tergabung bersama kami, karena cukup ketat dan keanggotaan perlu verifikasi,” sebut Jan Pieter.

Pinhantanas menaksir, kebutuhan alat hankam Indonesia saat ini baru dipenuhi oleh industri lokal kisaran 20%-30%. “Masih banyak yang impor, itu kenapa hal ini bisa jadi peluang bagi industri dalam negeri, khususnya swasta,” kata Jan Pieter.

Jan Pieter menambahkan, bersandar pada Undang-Undang 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan pada pasal 43 dan 44 menyatakan pengguna peralatan hankam wajib menggunakan produk yang diproduksi di dalam negeri. Pinhantas mencatat anggaran dana Pinjaman Dalam Negeri (PDN) yang dialokasikan pemerintah untuk pembelian alutsista mencapai Rp 15 triliun untuk periode 2015-2019.

Akan tetapi sampai 2017 kemarin masih bersisa Rp 9 triliun, ini penanda masih ada banyak kebutuhan yang belum tergarap,” pungkasnya.

  Kontan  

Bangladesh Ingin Tingkatkan Kerjasama Pertahanan dengan Indonesia

https://2.bp.blogspot.com/-NwRneakPPdg/Wo13xnmxpQI/AAAAAAAALCY/_akPgiDvEa4WJ9XbrYxpnRQ7Q77RYOUZwCLcBGAs/s1600/kcr%2B60%2B627.jpgKRI 627 TNI AL telah rampung dibangun [def.pk] ☆

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia H.E. Major General Azmal Kabar, Selasa (20/2) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kunjungan ini, Dubes Bangladesh menyampaikan tentang keinginan Bangladesh untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Indonesia.

Selain untuk membicarakan upaya peningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara, dalam kunjungan tersebut Dubes Bangladesh juga sekaligus mengundang secara langsung kepada Menhan RI untuk dapat hadir pada acara peringatan Hari Kemerdekaan dan Hari Nasional Bangladesh yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang.

Dubes Bangladesh menyampaikan, kerja sama pertahanan yang ingin ditingkatkan antara lain di bidang pedidikan dan pelatihan, peningkatan kemampuan pasukan misi perdamaian PBB, dan juga kerja sama di bidang industri pertahanan. “Kedua negara bisa mendapat banyak manfaat, apabila kerja sama lebih ditingkatkan lagi”, ungkap Dubes Bangladesh saat diterima Menhan RI.

Terkait kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan, Bangladesh berharap kerja sama pendidikan dan latihan antara Angkatan Udara kedua negara yang sempat terhenti dapat dilanjutkan lagi. Demikian juga dengan kerja sama antara Angkatan Laut dan Angkatan Darat kedua negara di bidang latihan dan pendidikan yang sudah dilaksanakan dengan baik diharapkan dapat ditingkatkan.

Saat ini, kerja sama yang telah dilakukan antara Angkatan Laut kedua negara yakni keikutsertaan Angkatan Laut Bangladesh latihan bersama dengan TNI Angkatan Laut dalam Komodo Exercise.

Sedangkan kerja sama di bidang misi perdamaian PBB, Indonesia dan Bangladesh dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman. Menurut Dubes Bangladesh, Indonesia dan Bangladesh memiliki pengalaman yang kuat terkait dengan misi perdamaian PBB dan juga sudah memiliki tempat pelatihan misi perdamaian yang sudah berstandart internasional.

Sementara itu terkait kerja sama di bidang industri pertahanan, Dubes Bangladesh menyampaikan bahwa Bangladesh tertarik untuk membeli Alutsista produk-produk dari industri pertahanan Indonesia. Untuk itu, pihaknya sangat menanti undangan dari Kemhan RI untuk dapat meninjau dan melihat langsung kemampuan industri pertahanan Indonesia seperti PT Pindad, PT DI dan PT PAL Indonesia.

Turut mendampingi Menhan RI saat menerima Dubes Bangladesh, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin, Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemhan Mayjen TNI M. Thamrin Marzuki dan Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom Publik) Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto.

  Kemhan  

TNI AU Uji Keandalan Pertahanan Wilayah Barat

Latihan Hanudnas Perkasa “C” 2018 https://1.bp.blogspot.com/-DJZN7jCrNUM/Wow-pQl7AjI/AAAAAAAA4Nk/_2Vv0_Asrp00a0PCf8Bm5UPn5wHlRaJ7gCLcBGAs/s400/231.jpgSatrad 231 Lhok Semauwe TRS 2215 R [Kohanudnas] ☆

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) menggelar latihan Hanudnas Perkasa “C” 2018 untuk memperkuat wilayah di kawasan barat. Sejumlah alat utama sistem pertahanan (Alutsista) bakal diuji keandalannya.

"Latihan Hanudnas Perkasa “C” 2018 ini akan menguji beberapa aplikasi piranti lunak, serta kesiapan Kosekhanudnas III dan unsur-unsur Hanud yang ada di jajarannya dalam menghadapi kontijensi, guna mewujudkan Sistem Pertahanan Udara Nasional (Sishanudnas) yang andal," ujar Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus melalui keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 19 Februari 2018.

Imran yang juga Direktur Latihan (Dirlat) ini memulai kegiatan dengan melakukan video conference (vicon) dengan unsur-unsur Hanud Kosekhanudnas III, Medan, Sumatera Utara. Arahan diberikan kepada Panglima Komando Sektor Hanudnas III Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso beserta staf dan unsur-unsur Hanud yang terlibat latihan.

"Melalui Latihan Hanudnas Perkasa “C” ini diharapkan dapat meningkatkan sistem pengamatan dan penangkalan setiap bentuk ancaman kekuatan udara asing di wilayah barat NKRI serta obyek vital nasional yang ada di dalamnya," papar Imran.

Kegiatan latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan Kosekhanudnas III beserta unsur operasional jajarannya seperti unsur tempur sergap, Satuan Radar (Satrad), Daerah Hanud, Lanud, Arhanud, KRI serta Hanud pasif dalam menghadapi kontijensi di wilayahnya.

"Sehingga secara riil akan tercapai kesiapan operasional berbagai unsur Hanud tersebut di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya," tegasnya.

Kepala Pengawas dan Pengendalian (Kawasdal) Latihan Hanudnas Perkasa “C” Kolonel Pnb Yostariza menambahkan, kegiatan ini dilakukan untuk kesiapan melaksanakan operasi pertahanan udara secara terpadu dengan satuan Hanud kewilayahan di wilayah udara bagian barat NKRI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Sekitar 650 personel bakal terlibat. Bila dirinci, ratusan personel tersebut berasal dari Kosekhanudnas III, Satrad jajaran Kosekhanudnas III (Satrad 231, Satrad 232, Satrad 233 dan Satrad 234), serta unsur tempur sergap (1 flight F-16 dan 1 flight Hawk dari Lanud Rusmin Nuryadin).

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Denhanud Rudal 002 Kodam I Bukit Barisan, KRI berkemampuan Hanud, unsur Lanud Suwondo dan Rusmin Nuryadin, unsur heli dan tim SAR Paskhas, unsur MCC Kualanamu, unsur hanud pasif dari PT Inalum, Kodim dan Koramil.

"Tiap-tiap unsur akan bersinergi sesuai porsinya guna melaksanakan Latihan Hanudnas Perkasa “C” selama 3 hari ke depan di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya," imbuh Asisten Operasi Kas Kohanudnas ini.

  Metronews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...