Jumat, 15 Desember 2017

[Dunia] Wagner, Tentara Swasta Rusia

Digunakan dalam Perang SuriahIlustrasi pasukan Rusia di Suriah [medium]

Sebelum dia dibunuh oleh seorang penembak jitu di Suriah, Ivan Slyshkin menulis pesan yang penuh kasih kepada tunangannya di media sosial; “Kami akan segera bertemu satu sama lain dan saya akan memegangmu sekuat mungkin.

Namun pria 23 tahun itu tidak akan ditemukan dalam korban resmi di Kementerian Pertahanan Rusia dalam perang melawan Islamic State atau ISIS.

Itu karena pemuda yang meninggalkan kampung halamannya di Ozyorsk di Pegunungan Ural adalah satu dari ribuan orang Rusia yang dikerahkan ke Suriah oleh kontraktor militer swasta yang dikenal sebagai Wagner, yang tidak akan dibicarakan oleh pemerintah Presiden Vladimir Putin.

Batu nisan Slyshkin menunjukkan gambar dia memegang senapan mesin, dan dipenuhi bunga. Teman-temannya mengatakan kepada media setempat bahwa dia bergabung dengan Wagner untuk membiayai pernikahannya.

Dia berada di kelompok Wagner,” kata temannya Andrei Zotov kepada The Associated Press, dalam laporan investigasi yang dilansir Kamis (14/12/2017). Slyshkin terbunuh di ladang minyak Al-Shayer di utara Palmyra, Suriah.

Ada banyak orang baik di sana. Dia mengajukan diri untuk bergabung dengan perusahaan tersebut,” ujar Zotov. ”Seperti banyak petempur Rusia, dia ingin memecahkan masalah keuangnnya.

Pemerintah Rusia telah menolak keberadaan kelompok Wagner, namun para analis mengklaim bahwa tentara bayaran itu beroperasi di “dunia gelap” yang memungkinkan Putin mengklaim kemenangan politik dengan menyembunyikan jumlah korban tewas yang sebenarnya.

Kematian Slyshkin menambah sorotan yang semakin meningkat pada kekuatan tentara bayaran rahasia. Kematian Slyshkin menjadi celah investigasi yang dilakukan oleh The Conflict Intelligence Team (CIT) yang berbasis di Saint Petersburg dan Associated Press.

Untuk sementara pemerintah Rusia telah menolak keberadaan tentara swasta, di mana teman dan keluarga dari mereka yang terbunuh mulai berbicara. Perkiraan kekuatam pasukan Wagner berkisar antara 3.000 sampai 25.000. Pasukan swasta ini dibayar untuk dijadikan “pasukan kejut” di Suriah.

Kekasih dari salah satu tentara Wagner yang terbunuh baru-baru ini mengklaim bahwa petempur diberi tahu bahwa mereka akan dibayar sekitar USD 4.000 per bulan. Dia mengatakan bahwa kondisi di lapangan jarang bertemu dengan apa yang dijanjikan dan keluarga korban dibayar antara USD 22.000 hingga USD 52.000 untuk kematian, tergantung pada peringkatnya.

Penggunaan kontraktor militer swasta oleh negara-negara besar bukan hal baru. Amerika Serikat (AS) juga pernah menggunakan tentara swasta saat operasi militer di Irak dan Afghanistan selama bertahun-tahun.

Namun, di Rusia ada undang-undang yang melarang perekrutan tentara bayaran. Operasi Wagner diyakini meniru model serupa dari ”tambal sulam” kekuatan yang digunakan di Ukraina timur pada tahun 2014.

Para petempur telah memainkan peran penting dalam membantu mengubah gelombang perang saudara Suriah untuk mendukung sekutu Rusia, yakni Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Penyebarannya yang secara rahasia juga membantu menutupi jumlah korban tewas secara resmi demi citra Putin yang kembali maju dalam pemilu presiden Rusia tahun depan.

Orang-orang Rusia tidak terlalu antusias dengan gagasan tentang sebuah dinasti yang melibatkan anak laki-laki mereka pulang ke rumah dengan kantong jenazah. Jelas kurangnya antusiasme untuk konflik ini,” kata Mark Galeotti, peneliti senior di Institute of International Relations di Praha.

Dengan memiliki perusahaan militer Wagner ini, mereka dapat memiliki kekuatan yang benar-benar dapat mereka gunakan, tapi ketika orang meninggal, itu tidak harus diumumkan,” kata Galeotti.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 41 tentaranya tewas di Suriah. Namun menurut laporan Fontanka News, 73 kontraktor swasta lainnya telah terbunuh di sana.

Kantor berita tersebut telah memperoleh apa yang digambarkannya sebagai spreadsheet Wagner dan formulir rekrutmen yang mengindikasikan ribuan orang Rusia telah bertempur di Suriah.

Menurut jurnalis Fontaka, Denis Korotkov, dari sekitar 3.000 karyawan Wagner yang dikerahkan ke Suriah selama bertahun-tahun, kontingen terbesar pada waktu tertentu adalah sekitar 1.500 personel. Sejak 2015, setidaknya 73 di antaranya telah tewas. (mas)

   sindonews  

Kamis, 14 Desember 2017

[Video] Hibah Pesawat Tempur F-16 dari AS Tiba di Indonesia

Liputan CNN


   Youtube  

KSAL Laporkan Rencana Pembangunan Galangan Kapal Militer ke Jokowi

Ilustrasi Lantamal

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Laksamana Ade Supandi melaporkan rencana pembangunan area pembuatan kapal atau galangan kapal militer di Indonesia kepada Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut dilaporkan ketika Presiden menjamu Laksamana Ade makan siang di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (14/12/2017), bersama-sama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono.

"Tadi Bapak KSAL menyampaikan (rencana) pembangunan galangan kapal," ujar Hadi usai jamuan makan siang Presiden.

KSAL, lanjut Hadi, menyampaikan kepada Presiden, terdapat tingkat-tingkatan dalam setiap galangan kapal militer. Ada tingkatan kecil, sedang dan besar.

"Galangan kapal yang lebih kecil itu dibangun di mana. Karena industri kapal di negara- negara lain pun tergantung dengan kelasnya," ujar Hadi.

Ia mencontohkan galangan kapal yang sudah dibangun di Surabaya. Menurut Hadi, area itu sebenarnya hanya dapat digunakan untuk membangun kapal kecil.

"Jadi mungkin kapal-kapal panjang dan besar nanti akan (dibangun) di tempat lain," ujar Hadi.

Rencana pembangunan galangan kapal, lanjut Hadi, adalah dalam rangka mewujudkan industri strategis dalam negeri. Program tersebut merupakan program jangka panjang Presiden Jokowi dalam rangka pemenuhan kebutuhan tiga matra di TNI.

   Kompas  

Rabu, 13 Desember 2017

Boeing Tawarkan Chinook

Setelah Pengadaan Apache DiserahkanIlustrasi [US Army] ✈️

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menerima Wakil Direktur Global Sales and Marketing Boeing Defence Space (BDS) Mr. Yeong Tae Pak, Rabu (13/12) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membicarakan tentang kerja sama pengadaan Alutsista yakni terkait dengan pengadaan helikopter serbu Apache dan juga penawaran helikopter angkut besar Chinook.

Wakil Direktur Global Sales and Marketing Boeing Defence Space menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia yang dalam waktu dekat akan menerima helikopter serbu Apache pesanan TNI AD. Pihaknya menjamin bahwa Apache adalah helikopter terbaik saat ini.

Selain itu pihak Boeing juga menjanjikan akan memberikan pelatihan dan dukungan yang terbaik. “Jadi terkait dengan dukungan suku cadang dan pemeliharaan sudah dibicarakan dengan pihak PT DI”, ungkapnya.

Terkait dengan penawaran helikopter Chinook, Wakil Direktur Global Sales and Marketing Boeing Defence Space lebih lanjut menjelaskan apabila Indonesia berminat, maka pihak Boeing akan memberikan penawaran dengan skema pembiyaan dan harga yang terbaik.

Boeing juga bersedia memberikan penjelasan selengkap – lengkapnya bagaimana sistem offset-nya yang sesuai dengan keinginan Indonesia untuk memajukan industri pertahanan dalam negeri.

Lebih lanjut dijelaskannya, helikopter Chinook memiliki multi fungsi karena dapat digunakan untuk mendukung berbagai macam tugas kebutuhan mulai dari operasi militer khusus, hingga penanganan bencana alam dan kebakaran hutan.

Sementara itu menanggapi penawaran tersebut, Menhan RI menyampaikan akan berkomunikasi dengan pihak pengguna dalam hal ini TNI AD atau TNI AU. Karena dalam setiap proses pengadaan Alutsista, didasarkan kepada kebutuhan pengguna.
 

  Kemhan  

Kemhan dan PT Infoglobal Laksanakan Uji Fungsi Unmanned Survace Vehicle (USV)

Balitbang Kemhan bekerja sama dengan PT Infoglobal melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) uji fungsi model 1 : 10 Unmanned Survace Vehicle (USV), di Laboratorium Hidrodinamika Indonesia, BPPT, Komplek ITS Surabaya Jawa Timur.

Kegiatan uji fungsi USV ini disaksikan oleh Kabalitbang Kemhan Dr. Anne Kusmayati, Sekretaris Balitbang Kemhan Laksma TNI Ir. A.Budiharja Raden, Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Bambang Wijanarko, SE, ST, M.Si.(Han), Kabid Dager Puslitbang Iptekhan Kolonel Chb Achmad Agung Santoso, S.E., M.Sc., Kabag Datin Kolonel Inf Fatih El Amin, S.Ip., M.Si., Peneliti Madya Puslitbang Iptekhan Kolonel Arh Sriwahyanto, S.T., M.M, Tim PT. Infoglobal dan personel yang terkait.

Unmanned Survace Vehicle (USV) merupakan sebuah wahana tanpa awak yang dioperasikan pada permukaan air. USV dikendalikan otomatis dengan memberikan perintah-perintah seperti waypoint melalui ground control. USV selain dapat digunakan sebagai pengawasan juga dapat digunakan untuk kapal riset, pertahanan dan pencegahan.

Wahana yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model Trimaran, yaitu kapal dengan 3 lambung kapal 2 bagian side hull dan 1 bagian main hull. Kapal berjenis ini lebih efisien dan efektif. Perlengkapan meliputi sistem propulsi, sistem navigasi dan sistem control. Perangkat yang terpasang pada wahana dikendalikan dengan menggunakan sebuah portable remote.

Sasaran akhir dari pembuatan model USV ini mampu mewujudkan kemandirian industri pertahanan, meningkatkan kemampuan pertahanan negara. Litbang pembuatan model USV merupakan salah satu langkah inovatif yang bernilai strategis dalam membangun penguasaan teknologi perkapalan sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat mengakselerasi kemampuan dan juga dapat memenuhi kebutuhan perkapalan nasional di masa mendatang.
 

  Kemhan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...