Senin, 29 Mei 2017

Awak Kapal Pengawas Perikanan Dipulangkan dari Vietnam

https://4.bp.blogspot.com/-8iIOwn7jMQc/WSVqjPQpX4I/AAAAAAAAKYc/-p7JYfXxzOMxif1z6SkEW8y7MXlF4EUhwCPcB/s1600/18582209_1266750506774937_5627063255542756409_n.jpgCoast guard Vietnam sengaja menabrak KIA Vietnam di Natuna [KPLP]

A
wak Kapal Pengawas (AKP) Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atas nama Danang Gunawan Wibisono, dipulangkan dari Vietnam.

Danang tiba di Jakarta, hari ini, Senin (29/5).

Pemulangan berhasil dilakukan atas koordinasi intensif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Vietnam, melalui saluran diplomasi antara kedua negara yang telah terjalin dengan baik.

"Danang Gunawan Wibisono merupakan AKP Hiu Macan 01 yang turut serta dalam proses penangkapan lima kapal perikanan Vietnam oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 001 pada 21 Mei 2017 lalu di perairan Laut Natuna, Kepulauan Riau," ujar Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendy Hardijanto.

Saat melakukan pengawalan, kapal perikanan yang dinaiki Gunawan tenggelam di lokasi penangkapan. Dia lantas dievakuasi ke kapal terdekat, yaitu kapal Vietnam Coast Guard.

"Selanjutnya dalam beberapa hari, Gunawan berada di kapal Vietnam Coast Guard. Sesampainya di pangkalan operasi Vietnam Coast Guard di Ho Chi Min City, Gunawan diserahkan secara resmi kepada Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Min City pada 27 Mei 2017," jelasnya. (chi/jpnn)

  ★ JPNN  

Guskamla Koarmabar Tangkap KIA Berbendera Vietnam

 Di bayang-bayangi Coast Guard Vietnam 
https://www.hobbymiliter.com/wp-content/uploads/2016/12/15230838_1269566689732439_1552824911954719663_n.jpgKRI Fatahillah-361 salah satu unsur yang tergabung dalam Operasi bawah kendali operasi (BKO) Guspurla Koarmabar sedang melaksanakan operasi di perairan Laut Natuna

G
ugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guskamla Koarmabar) yang dipimpin Komandan Guskamlaarmabar Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han)., menangkap dan mengamankan kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam yang sedang melakukan penangkapan ikan tanpa dilengkapi dokumen yang sah (ilegal fishing) di perairan Laut Natuna, Minggu (28/5).

KIA berbendera Vietnam yang sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal tersebut, diperiksa dan diamankan oleh KRI Fatahillah-361 salah satu unsur di bawah kendali operasi (BKO) Guskamla Koarmabar. Saat dilaksanakan pemeriksaan pada posisi 06° 00’ 00’’ LU - 105° 53’ 30’’ BT, KIA Vietnam tersebut tampak dibayang-bayangi Coast Guard Vietnam dengan jarak kurang lebih 5 nm, namun pemeriksaan tetap dilaksanakan dikarenakan KIA Vietnam berada di wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Dari hasil pemeriksaan sementara, KIA Vietnam tersebut diketahui bernama BD 10783 TS berbobot 50 GT dengan ABK berjumlah 6 orang dan diduga kuat telah melakukan pelanggaran batas wilayah perairan Indonesia dengan melakukan kegiatan penangkapan ikan tanpa dilengkapi dokumen dan ijin yang sah (ilegal fishing) di wilayah perairan ZEEI.

Berdasarkan pelanggaran tersebut, KIA berbendera Vietnam beserta ABK dan muatannya dikawal menuju Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa guna melaksanakan proses hukum lebih lanjut.

  ★ Portal Komando  

BPK Akan Audit Pembelian Alutsista Kemenhan

 Termasuk helikopter AW 101 
https://2.bp.blogspot.com/-H-8F8u1-hOw/WKEffWbA-nI/AAAAAAABJxc/ds7Vb4P2_TgwLlaPsUyzPBiTD9nWPBP_ACLcB/s1600/Murky%2BAW101%2BDelivery%2BPerplexes%2BIndonesian%2BDefence%2BOfficials%2B1.jpgAW 101 TNI AU [rich pittman]

P
anglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajukan permohonan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit proses pengadaan sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) di Kementerian Pertahanan, salah satunya pembelian helikopter Agusta Westland 101.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang Anggota BPK Agung Firman Sampurna.

Panglima minta audit investigatif (pengadaan sejumlah alutsista, salah satunya Agusta Westland 101),” ujar Agung di Gedung Pusdiklat BPK, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Permohonan audit investigatif tersebut sebenarnya sudah lama diajukan. Namun, saat itu BPK masih fokus menyelesaikan pemeriksaan keuangan kementerian/lembaga.

Saat itu, audit investigatif bukan prioritas. Namun kini, BPK sudah menyelesaikan pemeriksaan laporan keuangan kementerian/lembaga.

Oleh sebab itu, BPK akan memulai proses audit dengan membentuk tim.

Dalam waktu dekat tim akan kami susun untuk melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Ingat ya, tidak hanya Agusta Westland 101, tapi juga seluruh pengadaan alutsista yang berdasarkan ‘risk assesment’ kami dianggap berisiko tinggi di Kementerian Pertahanan,” ujar Agung.

Teman-teman tahu semua ya, sampai saat ini, Kemenhan, opininya itu masih Wajar Dengan Pengecualian (WDP),’ lanjut dia.

Setelah tim tersebut dibentuk, tim itu pula kemudian akan mempersiapkan rencana audit pengadaan alutsista.

Agung memperkirakan, tim baru akan mulai melakukan audit setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang.

  ★ Kompas  

Pasukan Siap Hadang ISIS di Perbatasan Filipina

 Antisipasi penyusupan 
https://cdn.tmpo.co/data/2016/10/31/id_552028/552028_620.jpgPanglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat berkeunjung ke Markas Kesatrian Gatot Subroto Grup 1 Kopassus di Serang Banten. [TEMPO/Darma Wijaya]

P
anglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan pasukannya telah berjaga di sekitar perbatasan Filipina untuk mengantisipasi masuknya kelompok ISIS Filipina ke Indonesia. Ini terkait dengan serangan militer Filipina ke basis ISIS di Marawi.

"Perbatasan kami jaga supaya ISIS tidak masuk ke Indonesia," kata Gatot setelah menghadiri acara buka puasa bersama di kantor Partai NasDem, Jakarta, Ahad, 28 Mei 2017.

Sebelumnya, pasukan militer Filipina menggempur kelompok pemberontak Maute di Kota Marawi sejak 25 Mei 2017. Pertempuran tersebut menewaskan 44 orang, 11 di antaranya pasukan militer Filipina. Pertempuran untuk membebaskan Kota Marawi dari cengkeraman kelompok Maute masih berlangsung hingga hari ini. Filipina mengerahkan beberapa tank dan helikopter dalam operasi militer di Marawi, kota yang dihuni mayoritas muslim.

Gatot mengatakan TNI melakukan patroli laut sepanjang Maluku Utara sampai dengan Sulawesi. Ia pun mengatakan pasukannya berjaga bersama kepolisian di wilayah darat.

Gatot Nurmantyo memastikan pasukannya juga berjaga di semua wilayah perbatasan, termasuk pelabuhan-pelabuhan bayangan. "Supaya tidak ada penyusupan," katanya.

  ★ Tempo  

Tim Penembak TNI AD Mendarat di Cengkareng

 Juara Umum di Australia 
https://images.detik.com/community/media/visual/2016/05/23/27274c1a-3c0b-43b6-8791-bd125c8cff18.jpg?w=1280[Dok. Kostrad]

P
enembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2016. Kontingen TNI AD yang dipimpin Mayor Inf Syafruddin itu kini telah tiba di Indonesia.

Rombongan yang terdiri dari 19 orang itu tiba di Terminal 1B VIP Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (23/5/2016). Perlombaan tersebut berlangsung selama 16 hari dari tanggal 3 Mei 2016 hingga 19 Mei 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

TNI AD keluar sebagai Juara Umum AASAM tahun 2016 setelah meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan yang diperebutkan. Sebagai runner up adalah kontingen dari Angkatan Darat Tiongkok dengan perolehan 9 emas disusul peringkat ketiga yaitu kontingen dari Angkatan Darat Jepang yang memperoleh 4 medali emas.

Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Sudirman menyambut kedatangan kontingen tersebut. Dia atas nama dan TNI AD dan KSAD Jenderal Mulyono menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas prestasi yang diraih.

"Anda telah meraih prestasi yang membanggakan karena dari 50 medali emas yang dipertandingkan, anda mendapatkan 23 medali emas dengan mengalahkan negara-negara kuat. Yang lebih membanggakan lagi petembak TNI AD berhasil berjaya dengan menggunakan pistol dan senapan buatan PT Pindad, salah satu industri strategis dalam negeri kebanggaan anak bangsa Indonesia," kata Sudirman.

Hadir pula di lokasi penyambutan istri dari para petembak TNI AD tersebut. Selain itu perwakilan dari PT Pindad juga tampak di lokasi.

Pada ajang menembak Angkatan Darat tingkat dunia yang diikuti oleh 20 negara, TNI AD berhasil mengalahkan beberapa negara yang dikenal memiliki kekuatan Angkatan Darat yang cukup kuat seperti Amerika Serikat, Prancis, United Kingdom dan tuan rumah, Australia.

Kontingen TNI AD yang dipimpin oleh Mayor Inf Syafruddin (Akmil 2000) yang sehari-hari menjabat Kasiops Sops Divisi 1 Kostrad berhasil meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan yang diperebutkan. Sebagai runner up adalah kontingen dari Angkatan Darat Tiongkok dengan perolehan 9 emas disusul peringkat ketiga yaitu kontingen dari Angkatan Darat Jepang yang memperoleh 4 medali emas. (dhn/nrl)

  ★ detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...