Sabtu, 21 Oktober 2017

MEF II Telah Mencapai 50,9%

Akhir Bulan Ini TNI AL Akan Terima Kapal Perang Perusak Kawal Rudal

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan dalam tiga tahun pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) telah memenuhi 50,9 persen standar minimum pengadaan atau Minimum Essential Force (MEF) Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista). Pengadaan tersebut merupakan program yang masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) MEF tahap II (2015-2019).

Hingga 2017, MEF diproyeksikan 50,9 persen. Beberapa alutsista terbaru TNI seperti tank Leopard, kapal latih Dewaruci, dan finalisasi pembelian Sukhoi. Ini sudah final, tahun ini akan ditanda-tangani,” kata Ryamizard di Jakarta, Jumat (20/10).

Ia menjelaskan pada tahun 2015 MEF II mencapai 33,9 persen. Kemudian naik menjadi 42,3 persen pada 2016. Tahun 2017 sudah mencapai 50,9 persen.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK tidak hanya memenuhi MEF II dari barang impor. Jokowi-JK lebih memprioritas produk dari industri dalam negeri. Pada tahun 2014, kontribusi industri dalam negeri dalam pemenuhan MEF sebesar 28,10 persen. Kemudian naik menjadi 36,44 persen pada 2015. Kontribusi terus meningkat pada tahun 2016 yang mencapai 44,66 persen.

Menurutnya, ada sejumlah industri pertahanan yang telah dikembangkan. Di antaranya pembuatan tank jenis medium oleh PT Pindad dan pembuatan Kapal Selam oleh PT PAL.

Tahun 2015, dilakukan desain tank isi 24 orang. Tahun 2016 telah masuk fabrikasi untuk desain 19 orang. Adapun di tahun 2017 ini, purwarupa tank telah selesai.

Sementara untuk pembuatan kapal selam, tahun 2015 melakukan kegiatan “letak luas”. Tahun 2016 telah memasuki produksi lambung untuk ukuran 206 orang OJT. Adapun program tahun 2017 ini adalah “KRI Nagapasa Selesai”.

Telah ada sejumlah industri strategsi untuk dikembangkan. Pertama, medium tank dan kedua kapal selam. Pertama dan kedua telah selesai,” tutup Ryamizard.

   Berita Satu  

[Video] Latma Garuda Shield 2017 TNI AD-US Army

Liputan NETtv


   Youtube  

Russia Contunues Negotiating with Indonesia for the Supply of Amphibious APCs

The BT-3F with gross combat weight 18.5 tons [Tractor Plants]

RIA Novosti. Russia is negotiating with Indonesia for the delivery of amphibious armored personnel carriers (BTR) BT-3F, Deputy Director General of Rosoboronexport (RoE), who heads the ROE delegation at this arms salon, Sergei Goreslavsky, told reporters on Tuesday at the BIDEC-2017 exhibition.

"The negotiations on this subject are underway, the command of the Armed Forces gives exceptional importance to two-armored vehicles," he said, responding to a journalist's question.

Goreslavsky noted that initially the Indonesian side raised the issue of doubling its fleet of fleet infantry fighting vehicles by Russian BMP-3F.

Earlier in some media, information was published, according to which Indonesia intends to abandon the purchase of amphibious Ukrainian production BTR-4 in favor of a new Russian armored vehicle BT-3F.

It was assumed that the negotiations will be held during the visit of the Indonesian delegation to the international military-technical forum "Army-2017".

According to these publications, Indonesia's Marines, testing the BTR-4 floating wheeled vehicles, concluded that the Ukrainian armored car was excessively "buried" in the water while overcoming water obstacles at full speed.

BT-3F developed by the enterprise "Kurganmashzavod" was first introduced at the forum "Army-2016". He can move on water and despatch from transport aircraft. The crew of the BT-3F is three men, with the armored personnel carrier taking on board up to 14 paratroopers.

On the roof of the combat vehicle is a remotely controlled combat module with a 7.62 mm machine gun with a thermal imaging sight and a laser range finder. A diesel engine with a capacity of 500 horsepower allows onshore to develop a speed of up to 70 kilometers per hour, and afloat - up to 10 kilometers per hour.

   RIA Novosti  

Jumat, 20 Oktober 2017

PT Pindad Jajaki Kerjasama Fasilitas MRO dengan Qatar

Panser Anoa [Pindad]

PT Pindad (Persero) tengah menjajaki kerjasama dan penjualan baru produk militer. Belum lama ini perusahaan pelat merah tersebut telah merampungkan transaksi alutsista di sejumlah negara ASEAN.

Direktur Utama Pindad Abraham Moses mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kembali penjualan ke militer Laos, saat perdana menteri negara tersebut mengunjungi Indonesia. “Selain dengan Laos, juga ada Arab Saudi, rencananya produk yang ditawarkan bom dan misil,” ungkapnya di sela acara Indonesia International Cyber Security Leaders, Selasa (17/10).

Lanjut Abraham, selain itu, perusahaan juga menjajaki kerjasama dengan pemerintah Qatar untuk pendirian fasilitas Maintenance, Repair & Operation (MRO). “Kami masih tunggu lampu hijau dari pemerintah (Indonesia), setelahnya segera follow up,” ujar Abraham.

Kerjasama direncanakan dalam bentuk joint marketing & operation, di mana Pindad akan mengirimkan sumber daya teknisinya. “Kebetulan panser dan tank mereka sejenis dengan punya kita (Indonesia),” terang Abraham. Fasilitas MRO tersebut juga dapat menjadi bisnis after sales Pindad.

Pindad tengah getol mengoptimalkan anak usahanya yang bergerak di bidang perdagangan dan ekspor. Baru-baru ini perseroan telah mendirikan PT Pindad Global Source of Trading yang menjual dan mengageni produk-produk Pindad. “Kami juga punya PT Pindad Logistic Prepare untuk jasa pengangkutan, dan kami punya area penyimpanan yakni Pindad Logistic,” urai Abraham.

Bisnis jasa pengangkutan tersebut tidak hanya dikhususkan bagi grup Pindad, namun bisa digunakan pelanggan di luar perseroan. “Lahan di Bandung 60 hektare bisa dioptimalkan. Di sana kami punya tempat penyimpanan, semacam kawasan industrial berikat,” sebut Abraham. Area penyimpanan tersebut tak ubahnya sebuah dry port yang punya akses distribusi lebih efisien.

  ⚓️ Kontan  

Satu Flight F-16 Fihgting Falcon Ikuti Latma Ausindo

⚓️ Menuju Darwin Satu flight pesawat tempur F-16 Fihgting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, beberapa waktu lalu berangkat menuju Darwin, Australia, guna melaksanakan latihan bersama dengan Angkatan Udara Australia.

Latihan Bersama (Latma) dengan sandi "AUSINDO" tersebut merupakan latihan perang antara TNI Angkatan Udara Indonesia dengan Angkatan Udara Australia yaitu Royal Australian Air Force (RAAF).

Keberangakatan Satu flight pesawat F-16 Fighting Falcon dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Yoga Ambara, dilepas oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Wastum, beserta segenap pejabat Lanud Iswahjudi.

Latma "AUSINDO 2017" akan digelar dari tanggal 17 Oktober hingga tanggal 28 Oktober 2017, dalam latihan tersebut Lanud Iswahjudi mengerahkan 7 pesawat tampur F-16 Fihgting Falcon, 77 teknisi dan didukung dengan dua pesawat C-130 Hercules.

  ⚓️ TNI  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...