Senin, 27 Februari 2017

[Foto] Latihan Pendaratan Kormar

Di Pantai Caligi Marinir terus berlatih mendaratkan alutsistanya di pantai Caligi. Nampak BMP3F Marinir mendarat dahulu mengamankan pantai yang kemudian setelah keadaan dinyatakan aman, lalu didaratkan LVT dengan pasukan pendukung. Penampakan dibawah ini diposkan papacita@def.pk.


  Garuda Militer  

[Foto] SSV Kedua Filipina

Produksi PT PALBerikut ini penampakan kapal pesanan Filipina yang sedang dalam penyelesaian di Surabaya. Terlihat interior kapal sudah hampir tuntas. Foto ini diposkan papacita@def.pk dari alaricdefence.


  Garuda Militer  

Indonesia's State Owned Manufacturing Enterprises Aim To Go Global

Kapal Patroli Bea Cukai BC 60002

Indonesian economy is facing two intertwined problems: declining export share and declining manufacturing share. The exports-to-GDP ratio decreased from 34 percent in 2005 to 21 percent in 2015, the lowest since 1986. Over the same period, the manufacturing share of GDP declined from 27 percent to 21 percent, the lowest since 1988. These challenges have led the government under President Joko “Jokowi” Widodo to emphasize the importance of “production-driven economy” and exports of manufactured goods.

In this regard, Indonesia’s state-owned enterprises (SOEs) in high value added manufacturing sectors have recently shown impressive progress.In March 2016, railway company Industri Kereta Api (INKA) exported 15 train cars, the first batch of 150 train cars ordered by Bangladesh Railways; marking the first time INKA had exported passenger trains to a foreign country.

In May, the ship manufacturer PAL Indonesia completed its first warship export by delivering a strategic sealift vessel to the Philippines’ defense department; PAL is currently building a second warship for the same client.

In recent years, the state-owned weapons manufacturer Pindad has signed contracts with a range of countries including Laos, Nigeria, the Philippines, Thailand, and the United Arab Emirates. An airplane producer, Dirgantara Indonesia (DI), expanded its exports of multi-purpose aircrafts, called CN-235s, to Thailand and Senegal at the end of 2016.

According to these SOEs’business plans, the internationalization strategy has just begun. INKA aims to enter Egypt, Myanmar, Pakistan, Sri Lanka, and Thailand, and PAL Indonesia plans to penetrate Southeast Asia and the Middle East. Fueled by around 200 letters of intent for purchase from domestic and foreign airlines, DI is expected to start commercially manufacturing homegrown 19-seat commuter planes, called N-219s, in 2017.

Pindad is considering foreign direct investment and cross-border acquisitions and is already strengthening international partnerships to expand its global footprint.

The government provided Rp 7.7 trillion from the budget to the aforementioned SOEs from 2011 to 2016. The government made its first major investment in state-owned manufacturing firms since the Asian financial crisis in 2011–2012 to rekindle industrialization amid declining commodity prices. The second government investment was made in 2015–2016 as the government emphasized the importance of strengthening SOEs’global competitiveness.

The Indonesia Export Financing Agency, or Indonesia Eximbank, is also playing an important role in supporting SOEs’global activities. In 2015, Indonesia Eximbank was assigned a special mandate to support industrial upgrading and long-term export expansion through the National Interest Account (NIA) scheme.

Indonesia Eximbank’s provision of Rp 270 billion in export financing under this program contributed to INKA winning the international tender in Bangladesh. The government has also expressed the possibility of DI using the NIA scheme when exporting its airplanes in the future.

Moreover, the government’s economic diplomacy as one of Jokowi’s foreign policy priorities is helping SOEs to expand overseas. The government has instructed SOEs to prioritize entering non-traditional markets and using those markets as testbeds or stepping stones for implementing a wider globalization strategy. To support SOEs, the government has been actively searching for and engaging with developing economies that may currently be small but have long-term growth potential. Jokowi himself has enthusiastically promoted INKA’s products to Sri Lanka’s president and prime minister.
 

  The Jakarta Post  

Minggu, 26 Februari 2017

Superman Siap Amankan Raja Salman

Di BaliPesawat TNI AU [detik]

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud‎ akan berlibur ke Bali selama lima hari pada 4 hingga 9 Maret mendatang. Segala persiapan untuk Raja Salman dilakukan dari berbagai pihak, tak terkecuali Superman. Kok bisa?

Superman yang dimaksud di sini bukan super hero dalam film Hollywood. Melainkan Komandan Landasan Udara (Lanud) TNI AU Kolonel Penerbang I Wayan Superman.

Superman mengatakan, ‎penjagaan dari pihak Lanud akan diperketat, saat Raja Salman dan rombongan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dia mengaku telah membentuk posko gabungan, untuk koordinasi dengan pihak terkait di bandara, selama kunjungan Raja Salman.

Selain memperketat pengamanan, Superman mengatakan, pihaknya telah meminta izin untuk penyiagaan pesawat tempur. Hanya saja, untuk operasionalnya masih menunggu instruksi.‎

Khusus pesawat tempur masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Mabes TNI di Jakarta,” tutur dia di Kuta, Bali, Minggu (27/2/2017).

Superman menjelaskan, Lanud TNI Ngurah Rai sudah siap menyambut kedatangan Raja Salman. Demi kepentingan keamanan, ia tak memperkenankan awak media mengambil gambar lokasi parkir pesawat yang mengangkut sang raja beserta rombongan.‎

Lokasi parkir pesawat raja berada tak jauh dari kantor Base Ops TNI AU Ngurah Rai,” kata dia.

Menurut Superman, pihak keamanan dari Arab Saudi telah berada di Bali dan berkoordinasi dengan pihaknya untuk persiapan kedatangan Raja Salman.

Saat ini tim advance dari Kerajaan Arab Saudi telah berada di Bali dan telah berkordinasi dengan kami,” Superman menandaskan.

Raja Salman akan berkunjung ke Indonesia selama 1 hingga 9 Maret. Ia lebih dahulu mendarat di Jakarta untuk kunjungan kenegaraan pada 1 Maret hingga 3 Maret.

Selanjutnya, pada 4 Maret hingga 9 Maret, Raja Salman beserta rombongan yang berjumlah sekitar 1.500 orang itu, akan berlibur di Bali.
 

  Liputan 6  

Srilanka Navy Selalu Siap Menyambut Baik Kapal Perang Indonesia

KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 [def.pk]

Dalam perjalanan kembali ke tanah air setelah selesai melaksanakan Multinational Exercise Aman 2017 di Pakistan, KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 singgah di Pelabuhan Colombo, Srilanka.

Kedatangan KRI SIM-367 yang dikomandani Letkol Laut (P) Rio Henrymuko Yumm disambut oleh Atase Pertahanan RI untuk India yaitu Kolonel Laut (P) Ardiansyah Muqsit dan KUAI (Kuasa Ad Interim) RI untuk Srilanka, Bapak Dwatmaji Hanomanresi. Jum’at, (24/02/2017).

Selama sandar di Srilanka, KRI SIM-367 melaksanakan bekal ulang dan kegiatan olahraga bersama dalam bentuk pertandingan persahabatan yakni sepak bola dan bola voli dengan AL Srilanka. Pada kesempatan tersebut, Komandan KRI SIM-367 memberikan cinderamata kepada Commander LC Vithanage. Kegiatan olahraga bersama tersebut, diakhiri dengan makan bersama yang sudah disiapkan oleh tuan rumah.

Pada malam harinya, seluruh Perwira KRI SIM-367 beserta Athan RI menghadiri undangan makan malam dari Commander of Comwest, Rear Admiral N.P.S. Attygalle yang bertempat di SLNS Rangalla. Sebelum pelaksanaan makan malam, tamu undangan disuguhkan tampilan kesenian yang berasal dari Srilanka yang mendapatkan sambutan meriah dari Perwira yang hadir.

Dalam rangka melaksanakan tugas diplomasi, KRI SIM-367 melaksanakan Cocktail Party, acara ini juga dimanfaatkan untuk promosi pariwisata dan produksi industri dalam negeri. Dalam sambutan yang diberikan oleh Commander of Sri Lanka Navy, Admiral Ravindra Wejegmaratne menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi atas kerjasama dan hubungan baik yang sudah terjalin sejak lama ini antara Srilanka dan TNI-AL.

Petinggi Srilanka Navy tersebut juga berpesan agar hubungan baik ini terus dijaga dan menambahkan bahwa Srilanka siap menerima kunjungan dari kapal-kapal Indonesia apabila singgah di Srilanka. Acara tersebut berjalan dengan meriah yang diakhiri dengan foto bersama tamu undangan dengan tim kesenian dari KRI SIM-367.

Adapun pejabat yang hadir dalam acara tersebut yaitu KUAI RI di Colombo, Bapak Dwatmaji Hanomanresi dan Direktur Kesehatan Kemenkes, Ibu Kartini Rustandi. Sedangkan dari Srilanka yang hadir dalam acara ini yaitu Chief of Defence Staff Sri Lanka, Armed Forces Air Marshall Kolitha Gunatileke, Commander of Sri Lanka Navy, Admiral Ravindra Wejegmaratne, Chief of Staff Sri Lanka, S.S. Ranasinghe, Commander of Comwest, Rear Admiral N.P.S. Attygalle.
 

  Koarmatim  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...